Seri Ekonomi Pembangkitan
oleh: Kelompok 6
Ilham Budi, Rachmawati Agustin, Argianto, Difi Nuary
Analisis keekonomian pembangkitan menunjukkan sebuah proyeksi atau prediksi keekonomian dari operasi sistem pembangkitan dengan berbagai pilihan fasilitas pembangkitan di masa mendatang guna melayani beban yang ditentukan. Pada dasarnya, analisis ini merupakan simulasi atau dugaan atas operasi mendatang. Pengetahuan tentang prinsip-prinsip operasi sistem penting dikuasai untuk memperoleh hasil yang dapat dipercaya (credible results) oleh banyak pihak.
KEHANDALAN OPERASI
Tujuan pertama dari sistem operasi pembangkitan tenaga listrik adalah memastikan kehandalan, yang berarti pasokan listrik terus menerus dalam range (rentang) variasi tegangan dan frekuensi yang diperbolehkan. Biasanya dalam nominal kecil atau rendah.
Pada dasarnya ini memerlukan adanya kecocokan output dari sistem pembangkitan dengan beban, suatu proses yang mempertimbangkan variasi beban dan daya yang dibangkitkan dalam periode kurang dari satu detik hingga beberapa tahun.
Untuk jangka pendek ini rentang yang terjadi terkait dengan mengenai perubahan beban normal dan perubahan daya pembangkitan akibat adanya kegagalan tiba-tiba dari sistem pembangkit. Untuk jangka panjang rentang yang terjadi terkait dengan pertumbuhan beban normal dan waktu atau periode pembangunan pembangkit-pembangkit besar yang baru.
Capacity atau
reserve planning merupakan kapasitas terpasaing yang ditentukan
untuk mengantisipasi perubahan beban normal dalam jangka panjang.
Reserve capacity dibentuk akibat adanya ketidakpastian (risiko) pada sisi ketersediaan kapasitas dan beban dalam berbagai kurun waktu.
SEASONAL RESERVE: MAINTENANCE
Cadangan berarti
selisih antara
kapasitas dan beban.
Jika dinyatakan dalam persantase itu merupakan fraksi berbasis beban.
Cadangan terpasang diartikan sebagai selisih antara
kapasitas terpasang dengan
beban puncak pada suatu tahun tertentu. Ini merupakan perkiraan kasar mengenai potensi kehandalan operasi untuk tahun tertentu.
Untuk pertimbangan kehandalan dengan adanya
variasi beban musiman perlu ditentukan
margin cadangan (
reserve margin) sepanjang tahun meliputi beban puncak musiman pada setiap musim dalam setahun.
Variasi ini penting untuk menjadwalkan pemeliharaan unit pembangkitan.
UNIT MAINTENANCE REQUIREMENTS
Pada saat melaksanakan pemeliharaan unit pembangkitan berhenti beroperasi selama kurun waktu tertentu yang terjadwal.
Persentase waktu dimana unit tidak beroperasi akibat adanya pemeliharaan rutin disebut dengan
planned outage. Nilainya bervariasi menurut jenis pembangkit. Umumnya 2% atau kurang untuk pembangkit hidro hingga 12% atau lebih untuk
coal-fired steam units.
SYSTEM MAINTENANCE SCHEDULING
Tujuan utama dari jadwal pemeliharaan adalah untuk mengurangi risiko ketidaktepatan kapasitas dalam 1 tahun.
DAILY OPERATING RESERVE
Topik ini terkait dengan bagaimana operator usaha pembangkitan melepaskan cadangan yang ada (
available reserve) setiap hari untuk mengikuti atau mencocokkan variasi beban harian dan membentuk kontigensi.
Cadangan operasi merupakan selisih antara beban antisipasi dan kapasitas pembangkit yang menghasilkan output dalam jangka waktu cukup singkat dalam batas tertentu. Total cadangan operasi dibentuk dari komponen-komponen yang dirancang untuk setiap kemungkinan.
SPINNING RESERVE
Perkiraan atau forecast beban setiap jam umumnya dibentuk sebelum operasi harian dilaksanakan.
Sejumlah unit kadangkala harus di
shutdown pada saat beban rendah untuk menghemat biaya. "
Commitment list" merupakan daftar pembangkit yang harus dapat dioperasikan untuk mengimbangi peningkatan beban yang tinggi, misalnya di pagi hari.
Mengingat waktu untuk mengaktifkan pembangkit dan waktu untuk melakukan sinkronisasi biasanya lebih panjang dari kenaikan beban maka umumnya pembangkit harus disiapkan cukup lama sebelumnya dengan
excess power sekitar 50% hingga 100% dari kapasitas dalam periode adanya kenaikan beban yang cepat.
Besarnya excess power disebut sebagai
spinning reserved.
Spinning reserve umumnya sangat mahal dibandingkan saat beroperasi normal pada kapasitas penuh. Namun demikian tetap diperlukan untuk menjaga kehandalan yang nilainya berkisar antara 4% hingga 8%.
Tidak ada forecast yang betul-betul sempurna. Forecast error kerap terjadi dengan allowance sebesar 1% hingga 2%.
Selain itu juga dicadangkan sebesar 1% hingga 2% dari spinning reserve untuk mengatasi lonjakan beban yang bersifat mendadak yang terjadi dalam orde detik (2 hingga 5 detik).
Disamping itu sistem operasi juga harus mengantisipasi kehilangan daya mendadak akibat malfungsi pada pembangkit yang terhubung dalam sistem interkoneksi atau pool.
NON SPINNING RESERVE
Ini jenis reserve yang dibentuk dengan mengoperasikan pembangkit di wilayah yang mengalami kekurangan kapasitas untuk menghindari risiko pada transmisi jika harus ditangani oleh spinning reserve dalam waktu singkat.
OPERATION FOR ECONOMY
Tujuan utama operasi adalah untuk
melayani beban. Kedua, tentu saya harus
pada biaya terendah (
minimum cost). Biaya terendah yang utama dapat dicapai dalam operasi adalah
dengan menghemat biaya bahan bakar.
Bagi
dispatcher, ini berarti memilih pembangkit yang tersedia dalam periode beban tertentu dengan pertimbangan tertentu. Ia kemudian membuat
jadwal untuk menghidupkan atau mematikan pembangkit yang disebut
commitment dan mendistribusikan total kapasitas per jam yang diperlukan kepada setiap pembangkit.
Proses ini disebut sebagai
economic dispatch.
ECONOMIC DISPATCH
Sebelum mengetahui lebih jauh mengenai bahasan
economic dispatch, ada baiknya kita paham akan istilah-istilah berikut ini:
- Unit commitment : Menentukan unit mana yang online
- Unit dispatch : Menentukan power output dari unit yang committed
- Economic dispatch : menentukan cara yang paling ekonomis untuk mengoperasikan unit yang committed supaya biaya operasi minimum dan total sistem pembangkit sama dengan permintaan beban.
Analisis untuk meminimalkan biaya pembangkitan, atau dengan kata lain pembagian pembebanan pada unit unit pembangkit yang ada dalam sistem secara optimal ekonomis pada harga beban tertentu.
Dengan penerapan
economic dispatch maka diharapkan didapatkan biaya pembangkitan yang minimum terhadap produksi daya listrik yang dibangkitkan dari setiap pembangkit pada suatu sistem kelistrikan.
Secara umum fungsi biaya dari setiap pembangkit dapat diformulasikan secara matematis sebagai suatu fungsi objektif seperti fungsi berikut :
Mempelajari economic dispatch berarti harus memperhatikan kurva input-output.
Kurva ini menggambarkan besarnya input yang harus diberikan pada unit pembangkit sebagai fungsi dari outputnya.
Untuk unit pembangkit termis, inputnya ialah bahan bakar yang dinyatakan dalam mata uang (Rupiah atau dolar) dengan output daya yang dibangkitkan. Begitu pula dengan pembangkit hidro dimana inputnya ialah jumlah air yang masuk dan outputnya daya yang dibangkitkan.
Dengan mengetauhi kurva ini, biaya bahan bakar setiap unit pembangkit termis dapat dinyatakan. Kurva ini juga digunakan untuk mencari pembagian beban yang optimum diantara unit pembangkit. Di jelaskan pula hal yang harus diperhatikan ialah incremental cost yaitu kenaikan biaya bahan bakar per kenaikan kapasitas.
Sumber :
- Diktat Electric Utility Power Generation Economics, W.D. Marsh, Clarendon Press-Oxford, University Press, NY
- Pembangkitan Energi Listrik, Marsudi Djiteng, Erlangga, Jakarta
Pertanyaan untuk bahan diskusi :
- Mengapa capital cost sebut sebagai sunk-cost di tingkat operasi ?
- Mengapa spinning reserve disebut costly operation?
- Mengapa economic dispatch dapat menurunkan biaya operasi khususnya biaya bahan bakar?
- Mengapa perlu memperhatikan incremental cost dalam operasi ?