oleh: Kelompok 3
Anton MT’13, Elif ME’13, Felix ME’13, Ilham ME’13,Irwan ME’13
Capital atau modal merujuk pada kemakmuran yang berupa uang atau barang yang dapat digunakan untuk menghasilkan kemakmuran lainnya. Uang, sebagaimana barang juga dapat mempunyai nilai yang berubah terhadap waktu.
Pengertian
Dengan menurunnya nilai uang di masa mendatang, maka untuk mendapatkan barang atau jasa yang sama diperlukan uang yang lebih banyak.
Untuk mendapatkan jumlah uang yang lebih banyak, orang atau organisasi menanamkan uangnya dalam bentuk investasi yang diharapkan menghasilkan bunga atau profit sehingga membuat nilai uangnya bertambah banyak di masa mendatang.
Sekarang, mengapa uang yang “ditanam” dalam sebuah investasi harus diberi bunga dan profit?
Konsep Equivalence
Setiap alternatif yang menghasilkan sesuatu yang mirip, dengan tujuan yang sama atau memiliki fungsi yang sama harus dibandingkan antara yang satu dengan yang lainnya.- Sukubunga (interest rate)
- Jumlah uang yang terlibat
- Waktu diterima atau dikeluarkannya uang
- Cara pembayaran bunga atau profit dari suatu investasi
Untuk membantu dalam membandingkan alternative yang sudah setara, biasanya menggunakan diagram maupun table cash flow.
Bahan-bahan Diskusi
- Apa keuntungan menggunakan cash flow?
- Jika bunga diperkirakan naik pada beberapa tahun mendatang (misal 2 tahun pertama 6%, dan tahun berikutnya sampai selesai jangka waktu investasi menjadi 8%), apakah perencanaan dari beberapa alternatif masih dianggap equivalent?
- Untuk mempelajari Money-Time Relationships and Equivalence, mari kita pelajari contoh berikut:
A.. Pak Cecep membeli rumah seharga Rp400.000.000,- secara KPR dengan uang muka sebanyak Rp100.000.000,-. Pak Cecep mengajukan KPR ke dua bank, Bank A dan Bank B dan dia akan mencicil selama 10 tahun, masing-masing bank menawarkan bunga sebagai berikut:
i. Bank A menawarkan bunga 9% per tahun untuk 2 tahun pertama dan 12% untuk tahun ketiga sampai seterusnya.
ii. Bank B menawarkan bunga flat 11% selama masa KPR.
Bank mana yang sebaiknya dipilih oleh Pak Cecep jika kedua bank tersebut menyetujui permohonan KPR Pak Cecep?
B.. Sebuah perusahaan pembangkit ingin menambah kapasitas pembangkitnya sebesar 20 MW, perusahaan tersebut saat ini menggunakan PLTD berbahan bakar HSD yang berdasarkan informasi biaya pokok pembangkitannya sebesar Rp. 3.500/kWh,
Saat ini perusahaan tersebut ingin membangun pembangkit PLTU batubara yang memiliki biaya pokok pembangkitan sebesar Rp.1.000/kWh. Pemilihan pembangunan PLTU mempertimbangkan jaminan suplai energi primernya dari dalam negeri dan juga murahnya biaya operasional .
Perusahaan tersebut memiliki perencanaan pebangunan PLTU sebagai berikut :
1. Sumber pendanaan : equity sebesar USD 10 juta dan pinjaman sebesar USD 20 juta
2. Bunga pinjaman & masa pengembalian : 10% selama 10 tahun masa pengembalian
3. Lama pembangunan : 3 tahun
4. Inflasi : 7 % per tahun
Perusahaan tersebut mulai untuk membayar utang pada tahun pertama setelah kontrak mulainya pekerjaan pembangunan.
Namun, seiring pelaksanaan pembangunan, perusahaan mengalami kendala yang menyebabkan jadwal operasinya mundur yang direncanakan selesai 3 tahun menjadi 5 tahun, serta karena kondisi alam yang tidak sesuai dengan FS yang ada menyebabkan perubahan pada metode-metode pemasangan instalasi sehingga membuat biaya membengkak sebesar 20% dari nilai kontrak sebelumnya.
Pembiayaan pembengkakan biaya sebesar 20% tersebut dilakukan pada tahun ke-2 pembangunan dan dibiayai melalui tambahan utang dengan bunga tetap 10% selama 10 tahun.
PLTU yang telah selesai pembangunan nantinya diharapkan dapat beroperasional selama 20 tahun.
Apa yang perlu dilakukan untuk mengkompensasi kemunduran proyek agar diperoleh penghematan biaya yang setara ?













