.

Sumur Minyak

Saat ini Indonesia memiliki 1.100 lapangan minyak (sumur minyak) yang sudah beroperasi. Sebanyak 3 ribu lapangan minyak lainnya menunggu untuk dieksplorasi.

Panas Bumi Kamojang

Usulan JB Van Dijk pada tahun 1918 untuk memanfaatkan sumber energi panas bumi di daerah kawah Kamojang, Jawa Barat, merupakan titik awal sejarah perkembangan panas bumi di Indonesia.

Bendungan Saguling

Bendungan Saguling adalah waduk buatan yang terletak di Kabupaten Bandung Barat pada ketinggian 643 m di atas permukaan laut. Waduk ini merupakan salah satu dari ketiga waduk yang membendung aliran sungai Citarum yang merupakan sungai terbesar di Jawa Barat.

Rig Pengeboran

Rig pengeboran adalah suatu bangunan dengan peralatan untuk melakukan pengeboran ke dalam reservoir bawah tanah untuk memperoleh air, minyak, atau gas bumi, atau deposit mineral bawah tanah.

Sabtu, 02 Maret 2013

03. Penilaian EKSTERNAL

Seri Konsep Manajemen Strategis

oleh: Tim II
Yunan Nasikhin, Rinto Hariwijaya, Riyanto Widodo, Eko Hariyanto


(artikel sejenis baca disini)

Audit eksternal merupakan bagian yang eksplisit dan vital dalam manajemen strategis seiring dengan meningkatnya pergolakan pasar dan industri. Ada beberapa pengertian /definisi audit, antara lain:
  1. Menurut Sawyer, Lawrence B., dkk., Sawyer's Intern Auditing, Audit adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor intern terhadap operasi dan kontrol yang berbedabeda dalam organisasi untuk menentukan apakah: (1) informasi keuangan dan operasi telah akurat dan dapat diandalkan; (2) risiko yang dihadapi perusahaan (organisasi) telah diidentifikasi dan diminimalisasi; (3) peraturan ekstern serta kebijakan dan prosedur intern yang bisa diterima telah dipenuhi; (4) kriteria operasi (kegiatan) yang memuaskan telah dipenuhi; (5) keekonomian dan efisiensi penggunaan sumberdaya; dan (6) keefektifan tujuan organisasi --- semua dilakukan dengan tujuan untuk dikonsultasikan dengan manajemen dan membantu anggota organisasi dalam menjalankan tanggung jawabnya secara efektif. 
  2. Menurut Arens, Alvin A., et al, Auditing and Assurance Services – An Integrated Approach, Prentice Hall, 2007 Auditing adalah proses pengumpulan dan evaluasi bukti mengenai suatu informasi untuk menetapkan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi tersebut dengan kriterianya. Auditing hendaknya dilakukan oleh seseorang yang kompeten dan independen. 
  3. Menurut Undang-undang No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara Pemeriksaan adalah proses identifikasi masalah, analisis dan evaluasi yang dilakukan secara independen, objektif dan profesional berdasarkan standar pemeriksaan, untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas dan keandalan informasi mengenai pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.
Audit eksternal bertujuan untuk mengembangkan sebuah daftar terbatas dari peluang yang dapat menguntungkan sebuah perusahaan dan ancaman yang harus dihindari.

Isyarat yang penting adalah istilah "terbatas" yang dalam artian audit eksternal tidak bertujuan untuk mengembangkan sebuah daftar lengkap dan menyeluruh dari setiap faktor yang mempengaruhi bisnis tetapi bertujuan mengidentifikasi variabel-variabel yang penting dan menawarkan respons berupa tindakan.

Mengapa suatu perusahaan maupun institusi perlu dilakukan audit eksternal?

Karena dengan audit eksternal dapat diungkap peluang-peluang sekaligus ancaman-ancaman organisasi, sehingga manajemen dapat merumuskan strategi untuk mengambil keuntungan dari berbagai peluang atau meminimalkan dampak dari ancaman potensial.

Proses melakukan audit eksternal harus melibatkan sebanyak mungkin manajer dan karyawan. Keterlibatan di dalam proses manajemen strategis dapat mengarah ke pemahaman dan komitmen dari para anggota organisasi. Untuk melakukan audit eksternal sebuah perusahaan harus terlebih dahulu mengumpulkan / menyiapkan data intelijen kopetitif, dan informasi mengenai berbagai tren ekonomi, sosial, budaya, demografis, lingkungan, politik, pemerintahan, hukum dan teknologi.

Diperlukan matriks evaluasi faktor eksternal bagi para penyusun strategi untuk meringkas dan mengevaluasi informasi ekonomi, sosial, budaya, demografis, lingkungan, politik, pemerintahan, hokum, teknologi dan kompetitif, yang dapat dikembangkan dalam beberapa langkah untuk melakukan tindakan evaluasi:
  1. Buat daftar faktor-faktor eksternal utama sebagaimana yang disebutkan dalam proses audit eksternal. 
  2. Berilah pada setiap faktor tersebut bobot yang berkisar dari 0,0 (tidak penting) sampai 1,0 (sangat penting). 
  3. Berilah peringkat 1-4 pada setiap factor eksternal utama untuk menunjukan seberapa efektif strategi perusahaan saat ini dalam merespon faktor tersebut. 
  4. Kalikan bobot setiap faktor dengan peringkatnya untuk menentukan skor bobot. 
  5. Jumlahkan skor rata-rata untuk setiap variable guna menentukan skor bobot total untuk organisasi. 
Untuk melakukan langkah-langkah evaluasi dalam analisis kompetitif, dapat menggunakan model lima kekuatan Porter yang menunjukkan bagaimana persaingan industri tertentu dalam memperoleh keuntungan (laba) yang masuk akal, yaitu melalui:
  1. Identifikasi berbagai aspek atau elemen penting dari setiap kekuatan kompetitif yang mempengaruhi perusahaan. 
  2. Evaluasi seberapa kuat dan penting setiap elemen tersebut bagi perusahaan. 
  3. Putuskan apakah kekuatan kolektif dari elemen-elemen tersebut cukup untuk membuat perusahaan terjun ke industri baru atau tetap bertahan di inustri saat ini. 
Matriks evaluasi faktor eksternal dan model porter dapat membantu penyusun strategi untuk mengevaluasi pasar dan industri, namun perangkat ini harus disertai dengan penilaian intuitif yang bagus.

Sumber: 
  1. Fred R. Penilaian Eksternal, Penerbit Salemba Empat,2009. 
  2. Modul Auditing Edisi ke Lima, Pusdiklat BPKP 2009
  3. Gambar: www.123rf.com/photo_14815432_3d

Jumat, 22 Februari 2013

02. VISI dan MISI Bisnis


Seri Konsep Manajemen Strategis
oleh: Fajardhani

(artikel sejenis baca disini)

Pernyataan visi dan misi disusun dengan upaya yang besar dan bukan tanpa tujuan. Tetapi semangat pada sebagian visi dan misi yang hebat tersebut ditengarai tidak bisa diwujudkan.

Pernyataan visi dan misi dapat ditemukan dalam laporan keuangan atau website badan-badan usaha atau lembaga pemerintahan. Bagian kedua ini berfokus pada konsep dan perangkat yang diperlukan untuk melakukan evaluasi dan penulisan visi dan misi. Pemahaman yang sama tentang visi dan misi merupakan hal penting bagi seluruh personil di dalam sebuah organisasi.

Pertanyataan visi berbeda dengan misi. Jika pernyataan misi menjawab pertanyaan “Apakah bisnis kita?” maka pernyataan visi mencoba menjawab pertanyaan “Ingin menjadi seperti apakah kita?”.

Tidak jarang pernyataan visi dan misi dibentuk saat sebuah organisasi sedang menghadapi masalah. Namun, menurut Drucker waktu yang tepat adalah saat institusi sedang menikmati keberhasilan.

Pernyataan misi biasanya memiliki karakteristik tertentu berupa deklarasi sikap, orientasi konsumen, deklarasi kebijakan sosial dan kemungkinan bisa berkembang sesuai perkembangan.

Komponen-komponen pernyataan misi terdiri dari:
  1. Konsumen
  2. Produk atau jasa
  3. Pasar
  4. Teknologi
  5. Fokus pada kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan profitabilitas
  6. Filosofi
  7. Konsep diri
  8. Fokus pada citra publik
  9. Fokus pada karyawan
Dan, beberapa karakteristik pernyataan misi yang dipelajari:
  1. Luas dalam cakupan
  2. Panjang kalimatnya tidak lebih dari 250 kata
  3. Menginspirasi
  4. Mengidentifikasi kegunaan produk perusahaan
  5. Menunjukkan bahwa perusahaan bertanggungjawab secara sosial
  6. Menunjukkan bahwa perusahaan bertanggungjawab secara lingkungan
  7. Memasukkan sembilan komponen misi yang disebutkan sebelumnya
  8. Tak lekang oleh waktu.
Barangkali kita perlu memikirkan bagaimana kinerja dua atau lebih institusi yang harus melakukan kerjasama sementara visi dan misi mereka kurang sejalan satu dengan lainnya – khususnya kinerja jangka panjang.

Sumber:
David Fred R., Manajemen Strategis Konsep edisi12, Penerbit Salemba Empat, 2009.

Pengantar Analisis Laporan Keuangan

Seri Konsep Manajemen Strategis
oleh: Fajardhani

Pendahuluan
Laporan keuangan merupakan catatan yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan organisasi masa lalu. Tanpa laporan keuangan, analisis keuangan dan evaluasi tidak mungkin dilakukan oleh manajemen, dewan komisaris, investor, dan masyarakat. Analisis keuangan dilakukan antara lain untuk menilai kelangsungan usaha berdasarkan profitabilitas, solvabilitas, dan likuiditas dari suatu usaha.

Disni kita menyebut ada tiga jenis laporan keuangan, yaitu: laporan neraca (balance sheet - B/S), laporan laba rugi (profit and loss - P/L), dan laporan arus kas (cash flow - C/F). Ketiga laporan tersebut tidak independen satu dengan lainnya seperti pada gambar berikut ini.


Gambar 1. Keterkaitan Antar Laporan
Dan ada tiga jenis analisis utama yang dibutuhkan dari laporan keuangan yang disajikan, yaitu:

  1. Rencana vs. Aktual: membandingkn pro forma financial statements dengan laporan keuangan akhir tahun. Pro forma financial statements didefinisikan sebagai laporan keuangan yang berfokus pada masa depan atau dipersiapkan sebelum transaksi tahun berjalan dimulai.
  2. Analisis tren: membandingkan laporan keuangan saat ini dengan laporan keuangan sebelumnya untuk melihat area mana dari bisnis yang telah berubah, seberapa besar perubahan yang terjadi, mengapa hal itu terjadi. Contoh: tren profit, biaya, persediaan, piutang, dan lain sebagainya. Analisis ini bisa disebut sebagai analisis horizontal.
  3. Perbandingan dengan standar: analisis ini tidak hanya membandingkan kinerja bisnis dengan bisnis sejenis dalam industri, tetapi juga terhadap standar yang ditetapkan oleh bankir, investor, komisaris, atau atasan langsung.. Perbandingan keuangan ini biasanya dibuat dalam bentuk "rasio".
Ada dua bidang amatan yang dipelajari disini, yaitu: kinerja operasi dan likuiditas perusahaan.

Kinerja Operasi
Kita dapat mengetahui profitabilitas perusahaan dengan melihat jumlah laba pada Laporan laba rugi dan mengaitkannya dengan aktiva yang digunakan pada Laporan neraca.

Informasi pada Laporan laba rugi berupa: EBIT (laba sebelum bunga dan pajak), EBT (laba sebelum pajak), dan EAT (laba setelah pajak). Informasi pada Laporan neraca berupa: TA (total aktiva), CE (modal yang digunakan), NW (kekayaan bersih).

Rasio-rasio antara nilai-nilai neraca dan laporan laba-rugi yang dipelajari adalah:
  1. pengembalian atas aktiva (return on assets – ROA)
  2. pengembalian atas aktiva bersih (return on net assets – RONA)
  3. pengembalian atas modal yang digunakan (return on capital employed – ROCE)
  4. pengembalian atas modal yang diinvestasikan (return of invested capital – ROIC)
  5. pengembalian atas investasi (return on investment – ROI)
  6. pengembalian atas total aktiva (return of total assets – ROTA)
  7. pengembalian atas ekuitas (return on equity – ROE)
Informasi ROTA memberikan suatu ukuran efisiensi operasi perusahaan secara keseluruhan, sedangkan ROE menilai pengembalian kepada ekuitas pemegang saham.

Metode perhitungan ROTA adalah EBIT/TA dimana penggeraknya adalah besarnya laba dan total aktiva. Kinerja dapat ditingkatkan dengan memperhatikan keduanya. Persentase margin 10% memberi informasi mengenai tentang struktur EBIT bahwa presentase biaya adalah sebesar 90%. Marjin dapat ditingkatkan hanya jika presentase ini dapat dikurangi. Pengurangan biaya dapat dianalisis melalui informasi komponen-komponennya yang ada pada Laporan laba rugi. Selanjutnya adalah dengan mengendalikan TA dimana blok pembentuk aktiva adalah aktiva tetap, persediaan, dan piutang usaha (debitor).

Penurunan presentase biaya dan penurunan total aktiva akan meningkatkan return of total assets (ROTA) secara drastis dan sebaliknya.

Likuiditas perusahaan
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat jatuh tempo. Ketika kas habis, manajemen akan kesulitan untuk membuat keputusan independen. Bahkan masa depan usaha ada di tangan pihak ketiga seperti pemasok atau kreditor yang belum dibayar. Masa depan tersebut dapat berupa kebangkrutan, pengambilalihan secara paksa, dan lain sebagainya. Intinya, manajemen dapat kehilangan otoritas dan pemilik kehilangan seluruh investasinya.

Ukuran-ukuran likuiditas terdiri dari ukuran likuiditas jangka pendek (short term liquidity measures) yang terdiri dari rasio lancar (current ration), rasio cepat (quick ratio), rasio modal kerja terhadap penjualan (working capital to sales ratio), dan Hari perputaran modal kerja (working capital days).

Rasio lancar adalah perbandingan antara total aktiva lancar dan kewajiban lancar. Perhitungan rasio cepat mirip dengan rasio lancar dengan mengurangi nilai persediaan dari aktiva lancar. Informasi untuk perhitungan diambil dari Laporan neraca.

Laporan Neraca (B/S)
Laporan neraca memberikan potret atau gambaran tentang aktiva pada suatu waktu misalnya jam 24:00 pada tanggal 31 Desember 2012. Potret ini akan diulangi pada internal yang tetap misalnya pada jam, tanggal, dan bulan yang sama tahun berikutnya (lihat Gambar 1).

Gambar 2. Struktur Laporan Neraca (BS)
Istilah-istilah umum pada laporan neraca yaitu:
  1. total aktiva atau TA = FA + CA atau TA = OF + LTL + CL
  2. modal yang digunakan atau CE = FA + CA – CL atau CE = OF + LTL
  3. kekayaan bersih atau NW = FA + CA – CL – LTL
  4. modal kerja atau WC = CA – CL
Laporan Laba Rugi (P/L)
Laporan laba rugi mengkuntifikasi dan menjelaskan keuntungan atau kerugian selma periode waktu yang dibatasi oleh dua laporan neraca.

Gambar 3. Struktur Sederhana Laporan Laba Ruga (P/L)

Laporan Arus Kas (C/F)
Laporan arus kas tergantung pada dua neraca serta laporan laba rugi.


Sumber:
Walsh Ciaran, Key Management Ratios 3 ed, Penerbit Erlangga, 2003

Jumat, 15 Februari 2013

Pengenalan ETIKA BISNIS


Seri Konsep Manajemen Strategis
oleh: Fajardhani

(artikel sejenis baca disini)

Etika bisnis dapat didefinisikan sebagai prinsip-prinsip dalam organisasi yang menjadi pedoman dalam pengmbilan keputusan dan perilaku. Para penyusun strategi adalah individu yang paling bertanggungjawab untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip etika yang baik telah dipertimbangkan dan dipraktekkan di dalam organisasi yang dipimpinnya [1].

Etika bisnis merupakan pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Moralitas berarti aspek baik atau buruk yang selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia termasuk kegiatan ekonomi [2]. Sementara motif bisnis adalah memperoleh keuntungan untuk memaksimalkan value dari pemilik modal.

Hingga disini timbullah mitos yang menyebutkan bahwa bisnis dan etika tidak berjalan seiring dan sejalan. Tetapi, benarkah pendapat ini?

Etika itu mengikat tetapi memang tidak memaksa.Apakah dengan mempelajari etika bisnis membuat sesorang berperilaku etis? Jawabannya: tidak juga.

Lalu, apa yang bisa kita harapkan dari hasil studi etika bisnis? Pertama, menanamkan atau meningkatkan kesadaran (awareness) akan pentingnya etika bisnis. Kedua, mempersiapkan argumentasi moral yang tepat khususnya di bidang ekonomi dn bisnis. Ketiga, membantu pebisnis profesional untuk menentukan sikap moral tepat. Selain itu studi dan pengajaran tentang etika bisnis boleh diharapkan mempunyai dampak terhadap perilaku seseorang [2].

Ada tiga asumsi pokok yang digunakan dalam pembahasan ini. Pertama, bisnis yang dimaksudkan disini adalah bisnis yang berhasil dan berkelanjutan (sustainable) dan bukan yang mengejar keuntungan sesaat. Kedua, bisnis berlangsung dalam pasar bebas, bukan monopolistik. Ketiga, keuntungan menjadi tujuan bisnis tanpa kontradiksi dengan etika [3].
Lalu bagaimana kita menilai suatu perilaku etis. Apakah dinilai dari sisi tindakan atau perilakunya atau dari hasil atau tujuan yang dicapai? Untuk konkritnya, apakah berbohong itu suatu tindakan yang dapat dibenarkan atau tidak? Dan bagaimana jika berbohong itu dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan orang banyak?
Ada 2 teori yang dapat digunakan untuk menjelaskan situasi tersebut. Pertama, etika deontologi yang berarti kewajiban dimana menurut teori ini suatu tindakan tidak dinilai dari tujuan atau akibat perbuatan tersebut melainkan dari perbuatan itu sendiri. Berbohong itu tindakan yang tidak terpuji. Kedua, etika teleologi yang menilai tindakan berdasarkan tujuan atau akibat yang ditimbulkannya. Jika tujuannya baik atau akibat yang ditimbulkannya baik maka tindakan itu dinilai etis. 
Etika teleologi lebih situasioal karena tujuan dan akibat dari suatu tindakan bisa sangat bergantung pada situasi tertentu [3].
Persoalan yang kemudian mengemuka adalah baik untuk siapa? Untuk menjawab hal tersebut, etika teleologi memiliki dua aliran yaitu egoisme etis dan utilitarianisme [3].
Persoalan dengan etika teleologi muncul saat menilai tujuan atau akibat baik dari suatu tindakan. Baik untuk siapa? Untuk pribadi, pengambil keputusan, pelaksana keputusan, atau semua orang? Bagaimana jika, dalam kasus tertentu, keputusan itu menimbulkan kerugian pada sedikit orang (kaum minoritas) tetapi memberi manfaat bagi banyak orang (kaum mayoritas)?
Egoisme [3]
Pandangan egoism adalah bahwa suatu tindakan bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi (antara lain adalah hak-hak hidup, keamanan) dan kemajuan dirinya sendiri (atau kelompoknya juga).

Sejauh itu, hal tersebut masih dibenarkan secara moral. Persoalan serius timbul ketika dengannya seseorang menjadi hedonis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yang kurang pantas.
Utilitarianisme [3]
Kriteria yang diterapkan adalah manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang atau sebaliknya membawa akibat yang merugikan yang sekecil mungkin bagi sesedikit orang.

Pertama kali dikembangkan oleh Jeremy Bentham (1748 – 1832) dengan persoalan utamanya adalah bagaimana menilai baik buruknya sebuah kebijakan publik, yaitu kebijakan yang memiliki dampak kepada banyak orang secara moral. Apa yang layak digunakan sebagai kriteria dan dasar objektif.

Menurut Bentham dasar yang paling objektif adalah dengan melihat apakah suatu kebijaksanaan atau tindakan tertentu membawa manfaat atau hasil yang berguna, atau sebaliknya, kerugian bagi orang-orang yang terkait.

Dengan ini pengikut aliran utilitarianisme tidak mengikatkan penilaian berdasarkan norma moral tertentu melainkan pada akibat, konsekuensi, atau tujuan yang ingin dicapai oleh kebijaksanaan atau tindakan tertentu itu.
Hal Positif Etika Utilitarianisme
  • Nilai positif pertama adalah rasionalitas.
    Bahwa itu bukan karena ajaran tertentu melainkan karena ada kriteria yang dapat diterima dan dibenarkan oleh siapa saja.
  • Nilai postif kedua adalah menghargai kebebasan setiap pelaku moral sesuai kriteria objektif.
  • Nilai positf ketiga adalah bersifat universal .
Kelemahan Etika Utilitarianisme
  • Kelemahan pertama adalah tentang konsep manfaat dan bagaimana mengukurnya.
    Apakah ketenangan hidup atau kemajuan ekonomi yang disebut manfaat? Lalu siapa yang memutuskan manfaat kemudian apa yang merasakan orang lain itu sama?
  • Kelemahan kedua adalah tentang konsep yang menilai akibat suatu tindakan tetapi bukan menilai tindakan itu sendiri.
    Sangat mungkin terjadi bahwa suatu tindakan itu pada dasarnya tidak baik tetapi mendatangkan keuntungan (the objectives justify the means).
  • Kelemahan ketiga adalah tidak menilai kemauan atau motivasi baik yang dilakukan seseorang.
    Tidak semua perbuatan baik mendatangkan kebaikan dan jika hal itu terjadi maka perbuatan tersebut dinilai tidak etis.
  • Kelemahan keempat adalah pada penentuan variabel yang digunakan untuk pengukuran.
  • Kelemahan kelima adalah kesulitan seandainya kriteria utilitarianisme itu saling bertentangan. Misalnya manfaat keputusan A adalah 40 tetapi dinikmati oleh 60 orang sedangkan manfaat keputusan B adalah 70 dan dinikmati oleh 50 orang.
  • Kelemahan keenam adalah pembenaran hak kelompok minoritas dikorbankan demi kepentingan orang banyak.
Beberapa prinsip umum etika bisnis adalah sebagai berikut. Pertama, prinsip otonomi yang berarti sikap atau kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri tentang hal yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Kedua, prinsip kejujuran. Ketiga, prinsip keadilan. Keempat, prinsip saling menguntungkan. Kelima, prinsip integritas moral [3].

Selain pengetahuan tentang etika bisnis, ada tiga norma umum yang perlu diketahui. Pertama, norma sopan santun atau juga disebut sebagai norma etiket yang menyangkut sikap dan perilaku sehari-hari seperti etiket berbicara dengan orang yang lebih tua. Kedua, norma hukum yang keberlakuannya dituntut secara tegas untuk dilaksanakan demi keselamatan dan kesejahteraan bersama. Ketiga, norma moral yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma ini menyangkut aturan baik buruknya, adil tidaknya, wajar tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia [3]

Manusia adalah makhluk yang rasional. Jika ia mengerti suatu hal dengan sungguh-sungguh maka ia akan menyesuaikan perilakunya dengan pengertian itu [2].

Isu seputar etika bisnis yang mengemuka diantaranya adalah:
  1. Bribery (penyuapan)
  2. Coercion (pemaksaan)
  3. Deception (penipuan)
  4. Theft (pencurian)
  5. Unfair Discrimination (perlakuan tidak fair atau diskriminasi)
Barangkali, suatu saat etika bisnis akan menjadi battle field yang populer bagi bisnis di masa depan.

Sumber:
  1. David Fred R., Konsep Manajemen Strategis, Penerbit Salemba Empat, 2009
  2. Bertens K., Pengantar Etika Bisnis, Penerbit Kanisius, 2000
  3. Keraf A. Sonny, Etika Bisnis Tuntutan dan Relevansinya, Penerbit Kanisius, 1998

01. HAKIKAT Manajemen Strategis


Seri Konsep Manajemen Strategis
oleh: Fajardhani

(artikel sejenis baca disini)

Gagasan yang diajukan studi tentang manajemen strategis adalah mencapai dan mempertahankan keunggulan kompetitif.

Tujuan manajemen strategis adalah untuk mengeksploitasi dan menciptakan peluang-peluang baru dan berbeda untuk hari esok, dimana dalam hal ini ada perbedaan dengan perencanaan jangka panjang yang berusaha untuk mengoptimalkan berbagai tren yang ada saat ini untuk masa depan.

Mengapa suatu perusahaan perlu memiliki sebuah rencana strategis yang baik? Itu karena saat ini hanya tersedia sedikit ruang untuk berbuat kesalahan. Rencana strategis dihasilkan dari pilihan yang sulit atas banyak alternatif yang baik.

Proses manajemen strategis terdiri dari tiga tahap yaitu tahap perumusan, tahap penerapan atau implementasi, dan tahap evaluasi. Termasuk dalam perumusan strategi adalah identifikasi peluang dan ancaman dari eksternal dan kesadaran akan kekuatan dan kelemahan internal selain pengembangan visi dan misi dan lain sebagainya.
                                  
Strategi menentukan keberadaan keunggulan kompetitif jangka panjang yang dimiliki.

Tahap penerapan merupakan yang paling sulit. Pada tahap ini perubahan budaya, struktur organisasi, anggaran, SDM, sistem informasi perlu dilakukan. Persoalannya adalah kita menyadari bahwa perubahan adalh hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Disini diperlukan kemampuan interpersonal yang sangat baik karena membutuhkan komitmen yang besar, disiplin dan pengorbanan personal.

Tidak heran jika banyak perencanaan yang disusun secara luar bisa tidak dijalankan.

Tahap penilaian adalah cara utama yang digunakan untuk mendapatkan informasi apakah strategi tertentu berjalan baik atau tidak. Saatnya untuk menguji kembali faktor-faktor eksternal dan internal yang dijadikan landasan dalam perencanaan, pengukuran kinerja, serta melakukan langkah koreksi.

Semua strategi harus terbuka untuk dimodifikasi di kemudian hari karena berbagai faktor di eksternal dan internal senantiasa berubah.

Perencanaan strategis merupakan istilah lain untuk manajemen strategis yang merumuskan, menerapkan, dan menilai keputusan-keputusan lintas fungsional yang memungkinkan organisasi mencapi tujuannya. Namun demikian, aktivitas perumusan, penerapan, dan penilaian strategi terjadi pada tingkat korporat, divisional / unit bisnis strategis, dan fungsional.

Beberapa organisasi beruntung dapat berkembang dan bertahan karena memiliki orang-orang yang dengan intuisi yang luar biasa. Namun tidak semua organisasi seberuntung itu atau bisa dikatakan itu ada batasnya. Dalam batas tertentu dapat dikatakan proses manajemen strategis merupakan bentuk upaya untuk menduplikasikan yang dimiliki mereka yang luar biasa ke dalam bentuk formal untuk bertahan dan berkembang.

Untuk itu semua organisasi harus mampu mengidentifikasi dan melakukan penyesuaian diri dengan perubahan pada waktu diperlukan. Proses manajemen strategis bertujuan membantu organisasi beradaptasi terhadap berbagai perubahan untuk jangka panjang dengan prinsip going concern dengan memahami berbagai faktor. Diantara faktor-faktor tersebut adalah pemahaman tentang pesaing, pasar, harga, vendor, distributor, pemerintah, kreditor, shareholder, dan konsumen.

Pada intinya manajemen strategis adalah mengenai upaya memperoleh keunggulan kompetitif dan mempertahankannya. Keunggulan kompetitif adalah segala sesuatu yang dapat dilakukan dengan lebih baik dibandingkan pesaing. Namun demikian keunggulan kompetitif ini pada umumnya sulit dipertahankan dalam waktu yang lama. Untuk itu organisasi perlu berjuang untuk meraih keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dengan jalan tertentu.

Para penyusun strategi membantu organisasi dengan mengumpulkan informasi, menganalisis, dan mengorganisasikannya. Mereka melacak berbagai kecenderungan industri dan kompetitif, mengembangkan model untuk peramalan (forcasting), melakukan evaluasi kinerja, mencari peluang-peluang pasar, mengidentifikasi ancaman terhadap bisnis, dan mengembangkan rancangan aksi (action plan) yang kreatif.

Namun demikian, manajemen strategis bukanlah jaminan keberhasilan suatu organisasi secara berkelanjutan.

Sumber:
David Fred R., Konsep Manajemen Strategis, Penerbit Salemba Empat, 2009

Jumat, 21 Desember 2012

BIG PAPER Project Management 2012


1.      Tema:

Kesuksesan implementasi strategi Perusahaan / Institusi berawal dari kecermatan dalam penyusunan rencana pengendalian proyek.

2.      Diskripsi umum:

Berbagai isu tentang kinerja Perusahaan / Instansi yang mengemuka ke permukaan dapat dilihat dari pemilihan strategi dan implementasinya. Proyek berfungsi untuk menjembatani strategi yang dipilih dengan operasi (implementasi) untuk mencapai target pertumbuhan yang diharapkan. Pertumbuhan suatu Perusahaan / Instansi berawal dari kesuksesan dalam pengelolaan proyek-proyeknya guna menghasilkan produk atau jasa lebih cepat, lebih berkualitas, dan lebih efisien yang menjadikannya unggul dari pesaing sesuai tingkatannya. Perusahaan bertanggungjawab pada pertumbuhan usahanya. Instansi bertanggungjawab pada pertumbuhan industri yang dikelolanya.

Walau demikian kita masih menemukan sejumlah proyek yang tidak dikelola dengan semestinya dan bahkan telah cacat sejak saat berada di fase pemilihan. Hal yang sering disorot adalah sejumlah proyek yang dijalankan tidak sejalan dengan strategi organisasi.

Dampak keduanya sangat jelas. Selain menghambur-hamburkan waktu, tenaga, dan sumberdaya ekonomi yang harus disadari terbatas, hal tersebut juga menambah beban dan risiko bagi para pelaksana selain menimbulkan perasaan tidak nyaman. Disinilah pentingnya perencanaan pengendalian. Asumsi yang digunakan dalam tugas ini adalah strategi yang dipilih Perusahaan / Instansi sudah benar.

Tujuan penulisan Big Paper 2012 kali ini adalah berlatih untuk menilai tujuan strategis dari sebuah proyek yang dijalankan dan merancang sistem pengendaliannya bagi kepentingan manajemen puncak. Metode pengendalian yang dipilih harus mengandung kriteria: efektif dalam arti dapat menurunkan tingkat risiko (memperbesar peluang sukses), simpel sehingga mudah dijalankan (tidak membingungkan), dan efisien agar tidak membebani anggaran.

3.      Tugas:

Big Paper ini merupakan tugas individu yang diserahkan selambat-lambatnya 2 (dua) minggu setelah jadwal UAS mata kuliah ini. Keterlambatan dalam penyerahan akan dikenakan pengurangan nilai sebesar 20% per hari.

Tugas ini terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian pertama yang menilai kesesuaian proyek yang dipilih dengan strategi Perusahaan / Instansi yang dijalankan. Anda bebas memilih metode yang akan digunakan menjawab tujuan tersebut.

Bagian kedua adalah proposal hasil rancangan yang Anda ajukan untuk pengendalian proyek tersebut baik yang telah selesai dikerjakan, sedang dilaksanakan, atau yang masih dalam perencanaan.

Bagi yang memilih proyek yang telah selesai, Anda diminta untuk mengungkapkan kinerja proyek yang sesungguhnya (nama proyek boleh disamarkan) dan rancangan Anda bertujuan agar hal tersebut tidak terulang di masa yang akan datang. Bagi jenis lainnya, Anda diminta untuk mengungkap risiko utama yang dihadapi manajemen dan rencana mitigasinya.

4.      Struktur Penulisan:

Big Paper ini sebaiknya mengikuti struktur penulisan ilmiah yang umum digunakan seperti:
a)      Judul
b)      Kata Pengantar
c)      Daftar Isi
d)      Daftar Gambar
e)      Daftar Tabel
f)       Abstrak
g)      Bab 1: Pendahuluan
h)      Bab 2: Landasan Teori
i)        Bab 3: Pengenalan tentang Perusahaan / Instansi dan Proyek
j)        Bab 4: Fakta dan Hasil Analisis
k)      Bab 5: Kesimpulan dan Penutup
l)        Daftar Pustaka

5.      Panduan:

Fokus utama Big Paper kali ini adalah menilai kesusuian proyek dengan strategi yang dijalankan serta membangun rencana pengendalian yang efektif, efisien, dan mudah untuk diimplementasikan.

Lihatlah dari kepentingan manajemen puncak. Hindari kompleksitas. Disarankan untuk menghindari pembahasan yang sangat teknis dan detail. Gunakan kerangka yang dikembangkan di kelas yang berangkat dari main deliverable, milestones, main resources, main activities, scope of work, perhitungan kemajuan pekerjaan dan lain sebagainya.

Hal penting yang perlu diutarakan dalam pemilihan proyek diantaranya adalah:
a)      Strategi Perusahaan / Instansi yang relevan dengan proyek yang dipilih
b)      Siapa yang membuat usulan proyek dan siapa yang memutuskan
c)      Bagaimana hasil implementasi proyek sejenis pada periode sebelumnya
d)      Implikasi proyek pada point (c) terhadap kinerja atau keunggulan saat ini
e)      Kesimpulan dan usulan perbaikan

Hal penting yang perlu diutarakan dalam rencana pengendalian di tingkat implementasi antara lain adalah:
a)      Objektif yang diharapkan Perusahaan / Iinstansi terhadap proyek yang dijalankan
b)      Karakteristik proyek yang dijalankan
c)      Objektif proyek bagi Tim Proyek
d)      Lima risiko utama proyek dan rencana mitigasinya
e)      Strategi pengendalian
f)       Master schedule (schedule for main activities)
g)      Milestones (important dates)
h)      Main deliverables
i)        Main resources
j)        Struktur organisasi proyek dan posisi proyek di induk organisasi
k)      Kurva-kurva pengendalian
l)        Jadwal: aktivitas yang lebih rinci untuk memudahkan pengendalian
m)    Jadwal SDM kunci (termasuk gambaran beban kerjanya)
n)      Dan informasi lain yang dianggap perlu.

6.      Ketentuan dan Batasan:

Big Paper 2012 memiliki ketentuan dan batasan sebagai berikut:
a)      Maksimum 40 halaman termasuk lampiran-lampiran
b)      Berupa hardcopy (dijilid rapi), dikumpulkan di sekretariat dan softcopy (DOC/DOCX dan PDF, dikumpulkan di ketua kelas)
c)      Objektif dan merupakan karya sendiri
d)      Font: Times New Roman dengan ukuran 12 dengan 1,5 spasi
e)      Jarak antar paragraph 1 spasi
f)       Hindari plagiasi (bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan).

7.      Penilaian:

Penilaian memperhatikan hal-hal sebagai berikut
a)      Kerapihan dan kemampuan menulis (jelas, singkat, menguasai teori) – bobot 40%
b)      Kesesuaian dengan tujuan (menjawab tujuan) dan ruang lingkup (kesesuaian strategi dan pengendalian proyek) – bobot 40%
c)      Kesesuaian dengan struktur penulisan – bobot 20%

Selamat bekerja dan semoga bermanfaat.

Jumat, 14 Desember 2012

TUGAS PENGGANTI UAS KEEKONOMIAN PEMBANGKIT 2012

PEMANASAN GLOBAL

oleh: Fajardhani

PENGANTAR

Ini merupakan salah satu isu penting abad 21. Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer bumi dan lautan yang terjadi sejak akhir abad 19 dimana temperatur permukaan rata-rata bumi telah meningkat sekitar 0,8 ° C dan sekitar dua-pertiga dari kenaikan terjadi sejak tahun 1980 (sumber: Wikipedia).

Pemanasan global diyakini para ilmuwan terutama disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia (antropogenic) seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan. Efek dari pemanasan global antara lain bisa dilihat pada Gambar 1. Pemanasan global menyebabkan kenaikan temperatur atmosfir bumi berdampak luas pada kehidupan seperti: naiknya permukaan air laut, semakin kuat dan seringnya terjadi badai dan banjir besar, bencana kekeringan pada sisi lain, meluasnya gangguan kesehatan pada manusia, terganggunya pasokan energi, proses produksi dan distribusi barang dan jasa.

Gambar 1. Greenland Ice Sheet Melted At Unprecedented Rate During July 2012  (sumber :  The Guardian)
Menurut Kompas, badai Sandy yang terjadi di bulan November 2012 melanda pantai Timur AS membawa dampak katastropik dan menimbulkan banyak korban jiwa dan kerugian ekonomi hingga 50 milyar dolar AS (Rp 475 triliun, kurs 1 dolar AS Rp 9.500). Masih menurut sumber yang sama, Boph merupakan badang yang paling kuat dari 16 badai yang menghantam Filipina tahun ini dan melanda Mindanao yang selama ini bukan daerah yang terparah terkena badai. Gambar 2 menunjukkan 10 indikator dampak pemanasan global.

Gambar 2. Sepuluh Indikator Terjadinya Pemanasan Global (sumber: Wikipedia)

TUGAS

Buka link Tarif Dasar Listrik pada website ini tarif prabayar maksimum dan minimum. Dengan melaksanakan prinsip perusahaan utilitas “providing high-quality electric service at the lowest possible cost” yang telah dipelajari, susunlah sebuh tulisan akademik yang menjadi tugas pengganti Ujian Akhir Semester mata kuliah Keekonomian Pembangkit Tenaga Listrik 2012 dengan ketentuan sebagai berikut ini.
  1. Tugas individu dan harus unique (tidak boleh ada duplikasi tulisan)
  2. Menggunakan teknologi yang memanfaatkan energi baru atau terbarukan (dibenarkan menggunakan kombinasi keduanya)
  3. Untuk melayani kebutuhan daya pada pasar tertentu (kepentingan) dengan memperhatikan pola hidup dan pola kerja pasar yang akan dilayani (kurva beban)
  4. Dengan memperhatikan ketersediaan sumber energi primer, tingkat kehandalan, karakteristik operasi dari teknologi yang dipilih, cadangan, dan energi alternatif yang ada (off grid atau on grid)
  5. Dalam konteks keekonomian yang bertujuan menghasilkan daya listrik dengan harga yang lebih rendah atau minimal sama dengan kepentingan yang dipilih dengan tetap memperhitungkan biaya investasi (harga teori < harga TDL)
  6. Masa studi 15 tahun dengan tingkat suku bunga sebesar 8% per tahun.
  7. Apabila dalam perhitungan Anda gagal mencapai tujuan, diperkenankan memodifikasi poin 3 sebagai asumsi sehingga tujuan semula tetap dapat dicapai.
  8. Gunakan format resmi
  9. Dikumpulkan 2 (dua) minggu setelah jadwal UAS
  10. Anda dibenarkan melakukan kerjasama dalam penggunaan data dan teori
  11. Bebaskan diri dari regulasi dan aturan yang membatasi
  12. Diskusi terbuka di website.

Selamat bekerja.







Senin, 10 Desember 2012

TARIF DASAR LISTRIK

PERPRES NOMOR 8 TAHUN 2011

oleh: Pramudya (2011)

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 7 Februari 2011 dan berlaku laku surut sejak tangga1 Juli 2010.

Penetapan tarif tenaga listrik mempertimbangkan upaya untuk mempertahankan kelangsungan pengusahaan penyediaan tenaga listrik dan peningkatan mutu pelayanan kepada konsumen. Disamping mempertimbangkan juga rasa keadilan, kemampuan daya beli masyarakat, biaya produksi dan efisiensi pengusahaan, skala pengusahaan dan interkoneksi sistem yang dipakai.

Artikel ini hanya mengutip bagian yang diperlukan untuk kepentingan pendidikan. Informasi selengkapnya dapat ditemukan di: http://prokum.esdm.go.id/perpres/2011/Perpres%2008%202011.pdf

Tarif Tenaga Listrik yang disediakan dinyatakan dalam Tarif Dasar Listrik berdasarkan Golongan Tarif Dasar Listrik.adalah sebagai berikut:

Petikan Tarif Dasar Listrik (sesuai Perpres Nomor 8 Tahun 2011)
Hal yang menarik dalam Perpres ini adalah kewajiban untuk meningkatkan dan mengumumkan tingkat mutu pelayanan pada setiap awal triwulan. Indikator yang digunakan adalah:
  1. Lama gangguan, 
  2. Jumlah gangguan, 
  3. Kecepatan pelayanan perubahan daya tegangan rendah, 
  4. Kesalahan pembacaan meter, dan/ atau waktu koreksi kesalahan rekening.
Jika hal tersebut tidak dapat dipenuhi, maka Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara wajib:
  • memberikan pengurangan tagihan listrik kepada konsumen yang bersangkutan, yang diperhitungkan dalam tagihan listrik pada bulan berikutnya.
Implementasi Perpres ini perlu dikelola dengan baik mengingat dampak risiko yang ditimbulkannya yang tentu tidak bisa dikesampingkan begitu saja jika tidak dijalankan sepenuhnya.

Bagaimana implementasi Perpres ini menurut Anda ?