oleh: Adam Rahmadan, Pondy Tjahjono, Tyas Kartika Sari, Willy Sukardi
Apakah ini satu-satunya faktor yang berdiri di atas segalanya?
Ternyata tidak.
Berikut ini pembahasannya.
PENDAHULUAN
Upaya negara-negara Eropa yang lebih agresif untuk mengurangi emisi CO2 dengan menggunakan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan mungkin menyebabkan harga energi Eropa saat ini kalah bersaing dengan AS.
Akibatnya sejumlah industri “pindah” ke AS untuk mengambil keuntungan ekonomis dari rendahnya harga energi di negeri Paman Sam tersebut (selanjutnya lihat: Artikel Khusus 01).
Dari hal ini dapat dilihat bahwa ada keterkaitan yang erat antara isu energi, lingkungan dan ekonomi.
Mengapa energi terbarukan bisa lebih mahal?
Bagaimana negara-negara Eropa mengatasi isu bahwa energi terbarukan lebih mahal?
INVESTASI DI RENEWABLE ENERGY
Investasi renewable energy di Eropa selama kuartal ketiga 2012 ternyata turun 29 persen menjadi $ 18.200.000.000, dibandingkan dengan periode tahun lalu, menurut ke penyedia data Bloomberg New Energy Finance. (The New Yorks Times).![]() |
Grafik Pertumbuhan
Investasi Renewable Energi Dunia periode 2004-2012
(sumber : Renewable 2013 Global Status Report) |
Mengapa ketidakpastian kebijakan ini bisa terjadi?Tahun 2012 adalah tahun yang paling dramastis untuk pertumbuhan renewable energy dunia, dimana terjadi pergeseran, yang awalnya pertumbuhan didominasi oleh negara-negara maju, saat ini pertumbuhan dipegang oleh negara-negara berkembang. (sumber : Renewable 2013 Global Status Report)
![]() |
| Gambar 2. Grafik
Pertumbuhan Investasi Renewable Energy US-ASIA-EUROPE (sumber : Renewable 2013 Global Status Report) |
Target ini juga membantu komitmen untuk pengurangan efek gas rumah kaca (sumber : European Commission Climate Action).
![]() |
| Gambar 3. Greenhouse
Gas Emission From Annex 1 Parties, 1990, 2000, 2005, 2010 and 2011
|
Di Amerika Serikat, badai Sandy memakan korban sedikitnya 125 jiwa.
Di Filipina, 1.000 jiwa lebih jadi korban topan Bopha.
Baru-baru ini diberitakan badai musim dingin kembali menelan korban di Amerika Serikat dan Rusia (Kompas, 28/12/2012).
![]() |
| Gambar 4. Pergerakan Anomali Temperatur Muka Bumi |
Akibatnya bencana perubahan iklim diperkirakan akan terus terjadi. Sekitar 100 juta orang terancam apabila masalah perubahan iklim tidak segera diatasi (DARA dan Climate Vulnerable Forum, 2012). Mimpi buruk jika negara-negara tak mengurangi emisi gas karbondioksidanya. Diperkirakan kenaikan suhu bisa mencapai hingga 5,3 derajat celsius pada tahun 2100. (sumber : IEA, International Energy Agency)
DILEMMA
Kita dihadapkan pada suatu keadaan yang dilematis.Bila mempertahankan renewable energy, harga energi tidak akan kompetitif,
Sementara bila meninggalkan renewable energy, komitmen untuk mengurangi gas rumah kaca akan terpengaruh begitu juga target untuk mereliasikan pemakaian 20% renewable energy di tahun 2020.
![]() |
| Gambar 5. Estimated Levelized Cost Untuk Pembangkit Baru (sumber: EIA) |
Tetapi jika dipaksakan, maka harga produk akan kalah bersaing, sehingga tidak sejalan dengan prinsip “to provide energy at the lowest possible cost”.
SEBUAH PEMIKIRAN SEGAR
Selama ini jika berbicara tentang pembangunan pembangkit listrik konvensional umumnya kita berbicara tentang pembangkit pada skala besar (untuk mendapatkan biaya unit terkecil -- economies of scale).Apakah ini masih valid untuk pembangkit dengan sumber dari renewable energy?
Ada prinsip lain yang perlu dipertimbangkan disini: change the rule change the game.
Cara mudah untuk mengubah sebuah permainan adalah dengan mengubah aturannya.
Artinya mungkin perlu ada perubahan sudut pandang.
Barangkali perubahan ini yang akan menyebabkan harga energi renewable energi lebih kompetitif bagi segmen pasar tertentu.
BAHAN DISKUSI
Sejumlah pertanyaan kritis kemudian muncul :- Mengapa negara-negara berkembang bisa mempertahankan pertumbuhan investasi pada renewable energy sementara pada Eropa dan Amerika tidak?
- Bagaimana strategi negara-negara Eropa untuk bisa bersaing dengan US dalam soal ketersediaan dan harga energi dengan tetap memegang prinsip “to provide energy at the lowest possible cost” sehingga tetap ramah lingkungan dengan harga yang kompetitif?
KESIMPULAN DISKUSI (per 31 Desember 2013)
- Walau menghadapi berbagai tekanan, renewable energy tetap menjadi poin penting dalam pelestarian lingkungan di bidang energi.
- Renewable energy saat ini adalah energi ramah lingkungan dengan biaya pokok produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya sejenis untuk fossil based energy yang telah mapan beroperasi.
Namun pada skala tertentu, renewable energy yang memiliki biaya bahan baku yang relatif rendah dan proses produksi berbeda seharusnya bisa kompetitif untuk pasar tertentu. Pasar yang berbeda dengan pasar fossil based energy.Keduanya merupakan opsi bagi penyediaan energi untuk pasar tertentu.
++
Membicarakan isu tentang green energy ternyata tidak sederhana.
PEMIKIRAN ANGKATAN BERIKUTNYA (ME-2014)
oleh:
Muchlishah, Muhammad Arwin, Anandita Willy Kurniawan, Syamsyarief Baqaruzi
Isu ini tidak terlepas dari bangunan segitiga Ekonomi – Energi – Lingkungan.
Disitu ada banyak pihak yang terlibat dimana kepentingan mereka bisa berseberangan. Faktanya semangat untuk membangun pembangkit dari sumber-sumber energy terbarukan di Eropa dan Amerika Serikat menurun pada 2012.
Sejauh ini energi yang bersumber dari fossil menawarkan tingkat harga yang lebih rendah dari kompetitornya yang menggunakan energi terbarukan tetapi yang pertama dianggap tidak ramah lingkungan.
Ketersediaan energi yang murah dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif suatu bangsa dan diperlukan untuk menggerakkan perekonomian.
++
Ketersediaan energi yang murah dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif suatu bangsa dan diperlukan untuk menggerakkan perekonomian.
BAHAN DISKUSI 2014
- Mana yang sebaiknya kita dahulukan, pertumbungan ekonomi atau kelestarian lingkungan?
- Apakah semua energi fossil menjadi penyumbang efek gas rumah kaca? Dalam kondisi apa mereka tidak menimbulkan efek yang negatif?
- Apa betul tingkat harga energi yang bersumber dari energi terbarukan lebih tinggi dari energi fossil? Bagaimana mereka membandingkan keduanya?
- Siapa saja segmen pengguna energi (listrik) dan digunakan untuk apa?
- Apakah energi yang berasal dari fossil dan energi yang berasal dari sumber-sumber baru dan terbarukan dapat hidup berdampingan? Lalu mengapa sekarang sepertinya tidak demikian?
- Bila merujuk pada teori investasi di kuliah Enginnering Economy, ada dua jenis investasi yaitu pertama untuk tujuan peningkatan revenue dan kedua untuk tujuan penurunan biaya (efisiensi). Manakah dari keduanya yang paling tepat untuk menghitung kelayakan energi baru dan terbarukan?
++













